RSS

Undangan Rekonsiliasi BMN Tingkat UAKPB Wilayah KPKNL Sorong

Yth. Bapak/Ibu Operator SIMAK dan SAKPA

Satuan Kerja di Wilayah Kerja KPKNL Sorong

Diberitahukan dengan hormat untuk dapat hadir memenuhi Undangan rekonsiliasi BMN Semester I Tahun Anggaran 2012. Adapun pelayanan rekonsiliasi BMN akan dilaksanakan pada tanggal 1 s.d. 7 Juli 2012 di KPKNL Sorong. Untuk wilayah Manokwari akan dilaksanakan di KPP BC Manokwari dan untuk wilayah Fak fak akan dilaksanakan di KPPN Fak fak.

untuk surat undangan, formulir syarat rekonsiliasi BMN,Blanko Daftar BMN berupa Tanah dan Bangunan, CALK, Blangko Opname Fisik Persediaan dan format BAR Internal Satker dapat di unduh disini:
1. Surat Undangan
Surat Pemberitahuan Rekonsiliasi BMN SMT I TA 2012

2. Formulir Syarat Rekonsiliasi BMN
Formulir Rekonsiliasi BMN Semester I TA 2012

3. Blanko Daftar BMN berupa Tanah dan Bangunan
Blangko Tanah dan Bangunan

4. CaLBMN (Catatan atas Laporan Barang Milik Negara)
CaLBMN

5. BAR Internal Satker
BAR Rekonsiliasi Internal

6. Blangko Opmane Fisik Persediaan
Blangko Opname Fisik Persediaan

Demikian, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.
Hormat kami,

KPKNL Sorong

 
 

NILAI-NILAI KEMENTERIAN KEUANGAN

*    NILAI-NILAI PERILAKU UTAMA KEMENTERIAN KEUANGAN

*    PAPARAN MENTERI KEUANGAN DALAM PELUNCURAN NILAI-NILAI KEMENTERIAN KEUANGAN

KPKNL Sorong

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 7, 2012 in Sub Bagian Umum

 

Update Aplikasi SIMAK BMN dan Persediaan April 2012

Yth. Bapak/Ibu Pimpinan Satuan Kerja
di Wilayah Kerja KPKNL Sorong

Berikut kami sampaikan update aplikasi SIMAK BMN dan Persediaan. Untuk lebih jelasnya aplikasi tersebut dapat diunduh di sini.

KPKNL Sorong

 

Pendataan Tanah Pemerintah

Yth. Bapak/Ibu Kepala Satuan Kerja

di Wilayah Kerja KPKNL Sorong

Kami informasikan bahwa berkaitan dengan telah terbitnya Peraturan Bersama Menteri Keuangan Nomor : 186/PMK.06/2009 dan Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 24 Tahun 2009 tentang Pensertipikatan Barang Milik Negara Berupa Tanah, maka sebagai langkah awal akan dilaksanakan identifikasi dan pendataan BMN berupa tanah, baik yang telah bersertipikat atas nama Pemerintah RI c.q. K/L maupun yang belum bersertipikat, dengan ini kami sampaikan aplikasi SIMANTAP untuk pendataan tanah pemerintah baik yang sudah bersertifikat maupun yang belum bersertifikat.

Atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.

KPKNL Sorong

NB:

1. Untuk aplikasi dapat diunduh di sini.

2. Peraturan Bersama Menteri Keuangan Nomor : 186/PMK.06/2009 dan Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 24 Tahun 2009 tentang Pensertipikatan Barang Milik Negara Berupa Tanah, di sini.

 

 

Update SIMAK BMN dan Persediaan Februari 2012

Yth. Bpk/Ibu Operator SIMAK seluruh Satker di Lingkungan KPKNL Sorong.

Kami informasikan bahwa telah tersedia update Aplikasi SIMAK, Persediaan dan Database bulan Februari 2012 yang dapat di unduh melalui situs resmi Direktorat Jenderal Perbendaharaan di sini.

 

KPKNL Sorong

 

Kaizen

Kaizen (改善?) merupakan istilah dalam bahasa Jepang yang bermakna “perbaikan berkesinambungan”.[1] Filsafat kaizen berpandangan bahwa hidup kita hendaknya fokus pada upaya perbaikan terus-menerus.[1] Pada penerapannya dalam perusahaan, kaizen mencakup pengertian perbaikan berkesinambungan yang melibatkan seluruh pekerjanya, dari manajemen tingkat atas sampai manajemen tingkat bawah.[2]

Kaizen

Konsep

Kaizen & Manajemen

Dalam kaizen manajemen memiliki dua fungsi utama[3] :

  • Pemeliharaan
Kegiatan pemeliharaan teknologi, sistem manajemen, dan standar operasional yang ada sekaligus menjaga standar tersebut melalui pelatihan serta disiplin dengan tujuan agar semua karyawan dapat mematuhi prosedur pengoperasian standar (Standard Operating Procedure-SOP) yang telah ditetapkan.[3]
  • Perbaikan
Kegiatan yang diarahkan pada meningkatkan standar yang ada.[3]

Kedua fungsi ini disimpulkan sebagai Pemeliharaan dan Perbaikan Standar. Perbaikan ini sendiri dapat terbagi menjadi kaizen dan inovasi.[3] Kaizen bersifat perbaikan kecil yang berlangsung oleh upaya berkesinambungan, sedangkan inovasi merupakan perbaikan drastis sebagai hasil dari investasi sumber daya berjumlah besar dalam teknologi atau peralatan.[3] Kaizen menekankan pada upaya manusia, moral, komunikasi, pelatihan, kerja sama, pemberdayaan dan disiplin diri, yang merupakan pendekatan peningkatan berdasarkan akal sehat, berbiaya rendah.[3]

Komitmen Kualitas

Sasaran akhir kaizen adalah tercapainya Kualitas, Biaya, Distribusi (Quality, Cost, Delivery — QCD), sehingga pada praktiknya kaizen menempatkan kualitas pada prioritas tertinggi.[3] Kaizen mengajarkan bahwa perusahaan tidak akan mampu bersaing jika kualitas produk dan pelayanannya tidak memadai, sehingga komitmen manajemen terhadap kualitas sangat dijunjung tinggi.[2] Kualitas yang dimaksud dalam QCD bukan sekedar kualitas produk melainkan termasuk kualitas proses yang ditempuh dalam menghasilkan produknya.[2]

Orientasi Proses

Kaizen menekankan bahwa tahap pemrosesan dalam perusahaan harus disempurnakan agar hasil dapat meningkat, sehingga dapat disimpulkan bahwa filsafat ini mengutamakan proses.[3] Dalam kaizen dipercaya bahwa proses yang baik akan memberikan hasil yang baik pula.[4]

PDCA/SDCA

Salah satu langkah awal penerapan kaizen adalah menjalankan siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA) untuk menjamin terlaksananya kesinambungan kaizen.[3] Siklus ini terdiri atas :

  • Rencana (plan)
Penetapan target untuk perbaikan dan perumusan rencana tindakan guna mencapai target tersebut.[1]
  • Lakukan (do)
Pelaksanaan dari rencana yang telah dibuat.[1]
  • Periksa (check)
Kegiatan pemeriksaan segala prosedur yang telah dijalankan guna memastikannya agar tetap berjalan sesuai rencana sekaligus memantau kemajuan yang telah ditempuh.[1]
  • Tindak (act)
Menindaklanjuti ketiga langkah yang ditempuh sekaligus memutuskankan prosedur baru guna menghindari terjadinya kembali masalah yang sama atau menetapkan sasaran baru bagi perbaikan berikutnya.[1]

Siklus PDCA berputar secara terus menerus dengan diselingi oleh siklus Standardize-Do-Check-Act (SDCA) di antaranya.[3] Dalam langkah Standar (Standarize) pada siklus ini, segala prosedur baru yang telah diputuskan pada langkah Tindak dalam siklus PDCA sebelumnya disahkan menjadi pedoman yang wajib dipenuhi. SDCA fokus pada kegiatan pemeliharaan, sedangkan PDCA lebih mengacu pada perbaikan.[5]

Berbicara dengan Data

Masalah yang terjadi baru dapat ditemukan pemecahannya dengan mengumpulkan dan mengobservasi berbagai data yang berkaitan dengan masalah tersebut.[3] Tanpa adanya data yang terintegrasi dan relevan, manajemen tidak dapat menemukan solusi yang paling efektif.[6]

Proses adalah Konsumen

Terdapat dua macam konsumen dalam kaizen[1]:

  • Konsumen internal
Konsumen yang berada di perusahaan.[1] Yang dianggap sebagai konsumen internal adalah proses, sehingga proses harus diperhatikan dan diperlakukan layaknya konsumen secara nyata.[1]
  • Konsumen eksternal
Konsumen yang berada di pasar, baik individu maupun organisasi.[1]

Sasaran

Sasaran akhir kaizen adalah tercapainya Quality, Cost, Delivery (QCD) secara efektif dan efisien.[4]

Rujukan

  1. ^abcdefghij Masaaki Imai. 1991. Kaizen : The Key to Japan’s Competitive Success. Singapore, McGraw-Hill International
  2. ^abc Masaaki Imai & Brian Heymans. 2000. Collaborating for Change: Gemba Kaizen. San Francisco, Berrett-Koehler Publishers
  3. ^abcdefghijk Masaaki Imai. 1998. Genba Kaizen : Pendekatan Akal Sehat, Berbiaya Rendah Pada Manajemen. Jakarta, Pustaka Brinaman Pressindo
  4. ^ab Japan Human Relations Association. 1997. Kaizen Teian 1 : Developing Systems for Continuous Improvement Through Employee Suggestions. New York, Productivity Press
  5. ^ Hitoshi Takeda. 2006. The Synchronized Production System : Going Beyond Just-in-Time Through Kaizen London, Kogan Page London and Philadephia
  6. ^ Japan Human Relations Association. 1997. Kaizen Teian 2 : Guiding Continuous Improvement Through Employee Suggestions. New York, Productivity Press

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kaizen

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 25, 2012 in Kepala Kantor

 

Rumah Negara, milik siapa?

Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, istilah Rumah Negara adalah adalah bangunan yang dimiliki negara dan berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga serta menunjang pelaksanaan tugas Pejabat dan/atau Pegawai Negeri. Rumah Negara atau lebih sering dikenal dengan sebutan Rumah Dinas adalah bangunan yang difungsikan sebagai tempat tinggal oleh Pejabat dan/atau Pegawai Negeri untuk dalam jangka waktu kedinasan tertentu. Mengapa saya sebutkan jangka waktu kedinasan tertentu? Hal ini disebabkan karena rumah dinas melekat pada jabatan yang dimiliki oleh seseorang. Tentu saja ketika jabatan itu hilang maka status penggunaan Rumah Dinasnya juga akan hilang atau dicabut. Dalam hal lain juga bermaksud bahwa waktu kedinasan tetap tetapi peruntukkan Rumah Dinas tersebut tidak memenuhi kriteria sehingga menyebabkan Pejabat dan/atau Pegawai Negeri tersebut harus mengalihkan penggunaan Rumah Dinasnya. Misalnya : seorang pelaksana yang kemudian diangkat menjadi Pejabat Eselon IV, sudah tidak layak lagi menghuni Rumah Dinas Tipe E, maka ia harus mengalihkan status rumah dinasnnya untuk mendapatkan Rumah Dinas Tipe D. Tentu saja hal ini harus diimbangi dengan ketersediaan Rumah Dinas yang ada.

Read the rest of this entry »